Melihat Aku Dimarahi Ibu Mertua, dengan Kesal Ibu Mengucapkan 10 Kalimat yang Membuat Besannya Terdiam Seketika di Tempat!

Ada beberapa ibu mertua yang menganggap menantunya wajib berada di rumah dan mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga.

Jika menantu melakukan kesalahan, biasanya ada mertua yang akan langsung memarahi menantunya dengan nada kasar.

Berikut ini adalah sebuah kisah terkait menantu yang terus dimarahi oleh ibu mertuanya yang kebetulan dilihat oleh ibunya sendiri.

Sang ibu yang tak tahan melihat putrinya dimarahi terus pun angkat bicara dan mengatakan 10 kalimat ini.

Patut direnungkan, terutama untuk ibu-ibu dan calon ibu mertua!

1. Anakmu hanya orang yang biasa-biasa saja, tidak sehebat seperti apa yang kamu bayangkan, dia menikah dengan putramu bukan karena menantumu mendewakan keluargamu, jadi hargailah menantu.

2. Sebagai ibu, kita tahu seberapa malasnya anak kita.

Jadi jangan jadikan kesibukan suami sebagai alasan untuk menyuruh menantumu mengerjakan segala sesuatunya di rumah.

Anak Anda hanya sibuk dengan LINE-nya, bermain game, dan Anda sebenarnya tahu itu.

3. Tidak perlu menyuruh menantumu mengurus anak Anda seperti caramu merawatnya.

Dia memang anak Anda, suami dari menantumu. Menantu hanya akan memandangnya sebagai suami, tidak akan memperlakukannya sebagai seorang anak.

4. Jangan mengatakan hal yang jelek tentang menantumu di depan anakmu.

Jika Anda begitu, Anda hanya akan membuat mereka bertengkar setiap hari dan jika sudah tak tahan lagi, akhirnya mereka bercerai.

Dan apabila bercerai karena ulahmu, maka dosamu yang paling besar. Ingat itu!

5. Jangan hanya karena ada perlunya saja Anda baru teringat dengan menantumu.

Saat menantumu memasuki masa nifas setelah melahirkan, dan menjaga anak, Anda boleh saja tidak membantu dengan alasan bahwa Anda tidak punya kewajiban itu.

Namun, harap Anda camkan baik-baik juga, saat Anda membutuhkan sesuatu, jangan pernah berharap dia akan membantumu, karena dia juga tidak punya kewajiban seperti Anda.

6. Jangan merasa anakmu diperlakukan semena-mena oleh menantumu ketika dia meminta suaminya sekadar membantu pekerjaan rumah.

Rumah tangga itu dibentuk oleh dua orang yang menyatu, jadi dia juga berkewajiban memikul sebagian beban rumah tangga.

7. Jangan selalu membanding-bandingkan menantumu dengan menantu orang lain.

Jika Anda ingin punya menantu yang baik, jadilah mertua yang baik terlebih dahulu.

8. Jika Anda berharap menantu berbakti kepadamu, menghormatimu, merawatmu, maka Anda juga harus memperlakukannya dengan baik.

Jangan karena permintaanmu lantas menuntut orang lain harus memuaskan keinginanmu.

9. Jangan selalu mengingat-ingat seberapa kayanya keluarga menantumu atau punya berapa banyak rumah.

Sebanyak apa pun itu juga tidak ada hubungannya sama sekali dengan Anda.

10. Jika menantumu pulang ke rumah orangtuanya, dan membelikan barang untuk mereka, harap Anda jangan cemburu.

Karena apa yang diberikan orangtuanya jauh lebih banyak daripada Anda.

Jika pria ini tidak bisa mencintai, menyayangi dan melindungimu, maka kamu pun menjadi anak yatim yang tak berdaya.

Dan biasanya sang suami akan berkata kepada istrinya, “Perlakukanlah ibuku dengan baik karena dia sudah susah payah membesarkanku.”

Namun, jarang sekali ada suami yang mengatakan, “Bu, perlakukanlah isteriku dengan baik. Tidak mudah baginya meninggalkan orangtuanya dan tinggal bersama kita, jadi kita harus bersikap baik kepadanya.”

Wahai kaum pria, bagikanlah artikel ini, akan bisa membuat bahagia hidupmu kelak!

Sementara untuk kaum wanita, berbagilah bersama ibumu yang selalu merindukanmu setiap saat!

Jika ibu mertuamu memperlakukan kamu seperti putri kandungnya sendiri, maka selamat untuk kamu dan hargailah takdir pertemuan yang membahagikan ini. (jhn/rp)

Tomests.com

KREDIT: ERABARU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *